Analisis Faktor Penggunaan QRIS Sebagai Metode Pembayaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Oleh Masyarakat Kota Bandung

Authors

  • Rosmiati Milania Lestari
  • Rintan Nur Anggia
  • Virgia Arfal Pahreja
  • Cici Prilianti

Abstract

Abstrak

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memungkinkan pembayaran digital, sehingga sangat cocok bagi pedagang dan masyarakat dalam melakukan transaksi non-tunai. QRIS memberikan kemudahan dalam proses pembayaran, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta meningkatkan efisiensi transaksi. Dalam penelitian ini, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi keputusan penggunaan QRIS, yaitu persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, dan persepsi risiko.  Persepsi kemudahan penggunaan mengacu pada sejauh mana seseorang yakin bahwa teknologi dapat digunakan dengan mudah tanpa kesulitan atau kesalahan. Persepsi manfaat adalah keyakinan pengguna bahwa penggunaan teknologi atau sistem akan meningkatkan kinerja dan efektivitas transaksi mereka. Sementara itu, persepsi risiko merujuk pada ketidakpastian yang dirasakan pengguna terhadap konsekuensi dari keputusan penggunaan QRIS, seperti keamanan data dan potensi kesalahan transaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bantuan program IBM SPSS Statistik Versi 25, dengan 100 responden yang pernah menggunakan QRIS. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dan purposive sampling. Hasil uji T-test menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Manfaat juga berpengaruh dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,08, dan risiko berpengaruh terhadap keputusan pendanaan dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, kemudahan penggunaan, manfaat, dan risiko berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 53,8%, menunjukkan bahwa faktor-faktor ini memiliki peran penting dalam adopsi QRIS oleh masyarakat.

Kata Kunci: QRIS; Metode Pembayaran; Keputusan Pembelian.

 

Abstract

The Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) enables digital payments, making it highly suitable for merchants and the public in conducting cashless transactions. QRIS simplifies the payment process, reduces reliance on cash, and enhances transaction efficiency. This study examines three main factors influencing the decision to use QRIS: perceived ease of use, perceived benefits, and perceived risk. Perceived ease of use refers to the extent to which individuals believe that a technology can be used easily without difficulty or errors. Perceived benefits represent the user's belief that utilizing a technology or system will improve their performance and transaction effectiveness. Meanwhile, perceived risk refers to the uncertainty users feel about the consequences of using QRIS, such as data security concerns and potential transaction errors. This study employs a quantitative approach using IBM SPSS Statistics Version 25, with 100 respondents who have used QRIS. The sampling technique applied is nonprobability sampling and purposive sampling. The T-test results indicate that ease of use significantly influences purchasing decisions, with a significance value of  0.003 < 0.05 Perceived benefits  also have a significant impact, with a significance value of  0.000 < 0.08, while perceived risk affects  funding decisions with a significance value of 0.001 < 0.05. Simultaneously, ease of use, benefits, and risks influence purchasing decisions by 53.8%, demonstrating that these factors play a crucial role in the adoption of QRIS by the public.

Keywords: QRIS; Payment Methods; Purchase Decisions,

Downloads

Published

2025-07-18

How to Cite

Lestari, R. M., Anggia, R. N., Pahreja, V. A., & Prilianti, C. (2025). Analisis Faktor Penggunaan QRIS Sebagai Metode Pembayaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Oleh Masyarakat Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis Dan Entrepreneurship, 1(2), 70–81. Retrieved from https://testupgrade.pojokjurnal.info/index.php/jabipreneur/article/view/157