REPRESENTASI MEDIA TERHADAP KEKERASAN GENDER DALAM BASIS POLITIK
Abstract
Abstrak
Penelitian ini membahas bagaimana media, baik arus utama maupun digital, merepresentasikan kekerasan berbasis gender dalam konteks politik. Dalam masyarakat patriarkal, kaum perempuan politisi sering kali menjadi korban kekerasan simbolik, stereotip, dan disinformasi yang disebarluaskan melalui berbagai saluran media. Media arus utama kerap menyoroti aspek personal dan fisik kaum perempuan politisi daripada gagasan atau kinerjanya, sedangkan media sosial memperburuk kekerasan melalui ujaran kebencian, body shaming, hingga kekerasan digital berbasis gender. Representasi yang bias ini tidak hanya menghambat partisipasi kaum perempuan dalam politik, tetapi juga mereproduksi ketimpangan kuasa dalam ruang publik. Namun demikian, munculnya aktivisme digital feminis telah menjadi bentuk perlawanan terhadap narasi dominan yang menindas. Kampanye online, penggunaan tagar, serta solidaritas digital menjadi strategi penting dalam menantang kekerasan gender di media. Studi ini menegaskan pentingnya reformasi dalam praktik jurnalisme serta penguatan regulasi terhadap kekerasan berbasis gender di media. Dengan analisis kritis, kajian ini menyoroti perlunya media yang adil, inklusif, dan berperspektif gender dalam mendukung demokrasi dan keadilan sosial.
Kata kunci: representasi media, kekerasan gender, politik, feminisme digital, kaum perempuan politisi, media sosial
Abstract
This study discusses how media, both mainstream and digital, represent gender-based violence in a political context. In a patriarchal society, women politicians are often victims of symbolic violence, stereotypes, and disinformation disseminated through various media channels. Mainstream media often highlight the personal and physical aspects of women politicians rather than their ideas or performance, while social media exacerbates violence through hate speech, body shaming, and gender-based digital violence. This biased representation not only hinders women's participation in politics but also reproduces power imbalances in the public sphere. However, the emergence of feminist digital activism has become a form of resistance to dominant oppressive narratives. Online campaigns, the use of hashtags, and digital solidarity have become important strategies in challenging gender violence in the media. This study emphasizes the importance of reform in journalism practices and strengthening regulations against gender-based violence in the media. With a critical analysis, this study highlights the need for fair, inclusive, and gender-perspective media in supporting democracy and social justice.
Keywords: media representation, gender violence, politics, digital feminism, women politicians, social media.