KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PANDANGAN MASYARAKAT MUSLIM: ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS

Studi Kasus Di Desa Sukasirna Kecamatan Campaka Mulya Kabupaten Cianjur

Authors

  • Muhammad Ramdan
  • Yayas Maulana
  • Tajul Paijin
  • Abdurrohman Mubarok
  • M Fauji Ridwan

Abstract

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi masyarakat Muslim terhadap kepemimpinan perempuan di Desa Sukasirna, Kecamatan Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur. Dalam masyarakat yang masih kental dengan nilai-nilai Islam konservatif dan adat Sunda yang patriarkis, kehadiran perempuan sebagai pemimpin desa menjadi isu yang memicu perdebatan sosial dan kultural. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari berbagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan bersifat ambivalen. Di satu sisi, terdapat penerimaan yang bersifat fungsional dan bersyarat—selama kepemimpinan perempuan tidak bertentangan dengan syariat dan menunjukkan kinerja yang baik. Namun, di sisi lain, norma adat dan tafsir keagamaan konservatif masih menjadi hambatan utama. Generasi muda cenderung lebih terbuka terhadap konsep kesetaraan gender, sementara generasi tua lebih mempertahankan pandangan tradisional. Media sosial dan pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk opini yang lebih progresif. Temuan ini mencerminkan kontestasi antara tradisi dan modernitas dalam masyarakat Muslim pedesaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan intersektoral dalam merumuskan strategi pemberdayaan perempuan berbasis nilai lokal, namun terbuka terhadap transformasi sosial yang inklusif dan egaliter.

 

Kata Kunci: Kepemimpinan Perempuan, Islam, Adat Sunda, Gender, Modernitas.

 

ABSTRACT

 

This study aims to explore Muslim community perceptions of female leadership in Sukasirna Village, Campaka Mulya District, Cianjur Regency. In a society deeply rooted in conservative Islamic values and patriarchal Sundanese customs, the presence of women in village leadership roles sparks social and cultural debates. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving key informants. The findings reveal an ambivalent perception of female leadership. On one hand, there is functional and conditional acceptance so long as it aligns with Islamic principles and demonstrates competent leadership. On the other hand, traditional customs and conservative religious interpretations remain significant barriers. Younger generations tend to be more open to gender equality, while older generations maintain traditional perspectives. Education and social media play a vital role in shaping more progressive views. These findings reflect the tension between tradition and modernity within rural Muslim societies. This study highlights the necessity of an intersectional approach in developing strategies for women’s empowerment that are rooted in local values but responsive to inclusive and egalitarian social transformations.

 

Keywords: Female Leadership, Islam, Sundanese Customs, Gender, Modernity

Downloads

Published

2025-11-07