PERSEPSI KEMUDAHAN (PERCEIVED EASE) TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI INLISLITE DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT (Studi Kasus Pelayanan Berbasis Digital)
Abstract
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan publik, termasuk sektor perpustakaan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat(DISPUSIPDA Jabar) mengadopsi aplikasi Inlislite untuk meningkatkan efisiensi dan akses informasi. Keberhasilan implementasi teknologi sangat dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi kemudahan penggunaan Inlislite oleh pustakawan dan pemustaka, mengidentifikasi hambatan yang muncul, serta merumuskan upaya-upaya untuk mengatasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pegawai dan pengguna. Analisis data dilakukan dengan kerangka teori UTAUT2, yang mencakup ekspektasi usaha, ekspektasi kinerja, kebiasaan, dan kondisi yang memfasilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inlislite
mempermudah layanan, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan panduan, gangguan jaringan, dan isu keamanan data. Upaya perbaikan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas jaringan, pembaruan sistem berkala, penyusunan panduan interaktif, dan pengembangan ke versi terbaru. Temuan ini diharapkan menjadi evaluasi penting untuk peningkatan layanan publik berbasis digital.
Kata kunci: Persepsi Kemudahan, Layanan Digital, Perpustakaan, Inlislite
ABSTRACT
Information technology development has significantly transformed public services, including the library sector. The Regional Library and Archives Office of West Java Province (DISPUSIPDA Jabar) adopted the Inlislite application to enhance efficiency and information access. The success of technology implementation largely depends on users' perceived ease of use. This study aims to analyze the perceived ease of use of Inlislite by librarians and users, identify existing barriers, and propose solutions. Employing a qualitative approach with a case study method, data was collected through in-depth interviews with staff and users. Data analysis utilized the UTAUT2 theory framework, encompassing effort expectancy, performance expectancy, habit, and facilitating conditions. The findings indicate that Inlislite simplifies services but still faces challenges such as limited guidance, network disruptions, and data security issues. Recommended improvements include enhancing network quality, periodic system updates, developing interactive guides, and upgrading to the latest version. These findings are expected to provide crucial insights for evaluating and improving digital-based public services.
Keywords: Perceived Convenience, Digital Services, Library, Inlislite